Featured Posts

[Travel][feat1]

Contoh Slogan Caleg Muda 2019 yang Kreatif, Lucu, dan Mudah Diingat

September 07, 2018

Merebut hati rakyat selama musim kampanye itu tidaklah mudah. Oleh karena itu perlu, buat Anda yang pada pemilu kali ini akan ikut mencalonkan diri sebagai caleg, harus punya strategi kampanye yang jitu agar rakyat tertarik kepada Anda dan lalu memilih Anda saat pemungutan suara.

Salah satu unsur penting dalam kampanye adalah desain poster, slogan, dan program kerja caleg. Ini harus kreatif dan tidak biasa, agar mudah diingat oleh calon konstituen Anda. Poster yang antimainstream juga berpeluang menjadi viral.

Layaknya seorang caleg, saya telah mencoba membuat poster dan slogan untuk kampanye. Poster tersebut sudah saya coba sebar melalui medsos dan ternyata respon netizen begitu luar biasa. Dari respon mereka, saya bisa menilai, masyarakat saat ini memang butuh sesuatu yang segar, termasuk dalam cara-cara berkampanye.


Berikut ini contoh-contoh slogan caleg muda antimainstream yang mungkin bisa Anda tiru dan pakai.

1. Dinanti dan diimpikan banyak orang


2. Kokoh, selalu berada di tengah-tengah


3. Teduh, memayungi


4. Keberadaannya, sangat dibutuhkan


5. Pro UKM


6. Yakin dan berani


7. Merakyat, sederhana, dan mudah ditemui


8. Untuk kehidupan yang lebih baik


9. Selera kita semua


10. Kuat dan berpengaruh


11. Sahabat generasi milenial


12. Siap bekerja keras untuk rakyat


13. Bisa dipeluk


14. Ramah. Di sisinya semua senyum ceria


15. Siap menjadi wadah


16. Mampu memberi ketenangan dan inspirasi


17. Lantang menyuarakan


18. Matang, bukan karbitan. Dekat dengan masyarakat


19. Antimaling


20. Manis, lembut, dan menggemaskan


21. Sahabat emak-emak


22. Segar dan menjanjikan


23. Lurus. Berjalan sesuai relnya


24. Diharapkan petani


25. Dinanti dan diimpikan banyak orang


26. Tiada orang yang taksuka
.

27. Menguatkan yang Lemah


[Poster akan di-update secara berkala. Pantau terus situs ini! Jangan lupa, bagikan artikel ini jika Anda rasa bermanfaat dan menghibur]
Contoh Slogan Caleg Muda 2019 yang Kreatif, Lucu, dan Mudah Diingat Contoh Slogan Caleg Muda 2019 yang Kreatif, Lucu, dan Mudah Diingat Reviewed by Darul Azis on September 07, 2018 Rating: 5

Jangan Harap Mendapat Kontrakan Nyaman Sebelum Memperhatikan Tips Mencari Kontrakan Berikut Ini

September 05, 2018
Rumah Murah di Kontrakan

Priamuda.com ~ Bagi kamu yang berada di perantauan dan belum memiliki rumah sendiri, solusi yang paling tepat biasanya adalah memilih tinggal di rumah kontrakan.

Walaupun rumah kontrakan hanya bersifat untuk sementara, kamu tetap harus memperhatikan banyak hal dalam mencari kontrakan. 

Nah, bagi kamu yang belum memiliki rumah sendiri, atau sedang dalam perantauan, maka berhati-hatilah dalam memilih rumah kontrakan. Sebab, salah memilih rumah kontrakan bisa membuatmu  menyesal selama tinggal di kontrakan itu. 

Lantas, bagaimana cara memilih dan mencari kontrakan agar kamu tidak menyesal di kemudian hari? Ini dia tipsnya:

1. Harga sewa kontrakan yang terjangkau

Hal yang paling utaman adalah mencari rumah kontrakan yang harganya terjangkau menurut kemampuan finansialmu.

Perhatikan pula fasilitas yang kamu dapat dari harga terjangkau itu, karena biasanya kontrakan yang murah fasilitasnya tidak selengkap kontrakan mahal.

Bandingkan dahulu dengan kotrakan di tempat lainnya, apabila memiliki harga sama namun fasilitasnya berbeda, maka kamu bisa mengontrak perumahan murah di Tangerang yang fasilitasnya lengkap. 

Bandingkan bagus tidaknya rumah, kebersihan WC, kenyamanan tempat tidur, luas tidaknya ruangan, dan lain sebagainya. carilah yang harganya miring dengan fasilitas lengkap. 

2. Dekat dengan aktifitas rutinmu

Pilihlah rumah kontrakan yang dekat dengan aktivitas sehari-harimu, missal jika kamu bekerja maka carilah kontrakan yang dekat dengan tempat kerjamu. Jika statusmu masih mahasiswa, tentunya kamu harus mencari kontrakan yang dekat dengan kampus.

Jika rumah kontrakanmu dekat dengan tempat aktivitas sehari-harimu, maka kamu bisa menjangkau tempat tersebut dalam sekejap, bahkan bisa dengan jalan kaki. Hal tersebut memungkinkanmu untuk bisa lebih berhemat. 

3. Dekat dengan tempat ibadah 

Prioritaskan rumah yang dekat dengan tempat ibadah, apalagi sebagai seorang muslim. Ibadah adalah hal yang wajib dilakukan oleh semua orang, maka jika rumahmu dekat dengan tempat ibadah akan membuatmu selalu ingat waktu ibadah. Baik bekerja ataupun kuliah, ingat kepada Tuhan adalah hal yang wajib bukan? 

4. Tempat dan lingkungan yang bersih

Tips selanjutnya adalah memilih rumah kontrakan yang berada di tempat serta lingkungan bersih. Dengan lingkungan yang bersih, maka kamu dan keluarga dapat terhindar dari berbagai penyakit seperti demam berdarah, sakit perut, dan sebagainya. 

Apabila rumahmu jauh dari selokan yang berbau, jauh dari tempat pembuangan sampah umu, serta jauh dari polusi kendaraan dan pabrik, maka kamu akan merasa nyaman tenang dan damai berada di rumah kontrakan. 

5Pilih daerah yang aman

Tempat yang aman menjadi pertimbangan utama dalam memilih hunian. Percuma saja bila rumahmu bagus, mewah, luas, namun daerah sekitarnya tidak aman. Aman bisa berarti aman dari tindakan kriminalitas, pencurian, maupun bencana alam. Jika daerahnya tidak aman maka kamu sebagai penyewa kontrakan juga merasa rugi. 

Terutama untukmu yang ingin membuka usaha di rumah kontrakan, atau sekitarnya, keamanan lingkungan harus lebih diperhatikan. Pilih letak yang aman, yaitu letak rumah yang tidak di tepi tebing, atau bawah tebing, bencana tanah longsor bisa datang tiba-tiba. Maka demi keselamatanmu dan keluarga, mencari kontrakan yang aman harus diutamakan. 

6. Buat kamu yang ingin membuka usaha pilihlah rumah kontrakan di tempat ramai atau jalan besar

Apabila kamu mencari kontrakan untuk sebuah usaha, utamakanlah lokasi yang strategis, yaitu pinggir jalan raya dan tempat yang ramai. Dengan begitu usaha yang kamu jalankan akan lebih mudah ditemukan banyak orang serta ramai pengunjung. Keuntungan yang didapat juga semakin tinggi. 

Jadi, untukmu yang ingin membuka usaha seperti rumah makan, jasa laundry, toko sembako dan sebagainya, carilah rumah kontrakan yang lokasinya strategis. 

Kemajuan suatu usaha dipengaruhi oleh letaknya yang ideal serta strategis. Percuma saja jika Anda membuka usaha yang besar namun berada di tempat yang sepi dan tidak banyak yang mengetahui letak tersebut. 

7. Fasilitas yang memadai

Tips mencari rumah kontrakan yang terakhir adalah dengan memilih fasilitas yang memadai. Fasilitas tersebut tidak hanya fasiitas internal rumah seperti kamar, kamar mandi, ruang tamu, listrik air, dan sebagainya, namun juga fasilitas eksternal seperti tempat ibadah yang dekat, WC umum, dan taman sekitar rumah. 

Banyak loh rumah kontrakan yang murah dan bagus, namun sulit mendapat air bersih. Memang semua hal itu pasti ada kekurangan dan kelebihannya, maka pertimbangkan dengan baik hal tersebut. 

Pilihlah rumah kontrakan yang sesuai dengan keinginanmu, jangan hanya berpikir mengenai harga yang murah, namun pikirkan juga kemungkinan yang akan terjadi setelah kamu memutuskan untuk tinggal di kontrakan tersebut. Tentu tak ada rumah kontrakan yang sesempurna poin-poin di atas, namun setidaknya kamu mencari kontrakan mana yang memenuhi kriteria kontrakan ideal.

Jangan Harap Mendapat Kontrakan Nyaman Sebelum Memperhatikan Tips Mencari Kontrakan Berikut Ini Jangan Harap Mendapat Kontrakan Nyaman Sebelum Memperhatikan Tips Mencari Kontrakan Berikut Ini Reviewed by Darul Azis on September 05, 2018 Rating: 5

Sebuah Cerita Tentang Ia dan Calon Penggantinya

September 04, 2018

Priamuda.com ~ Akhir-akhir ini, kata "ganti" semakin ngepop di telinga kita. Nyaris tiap hari kita akan menemukannya, apalagi di media sosial. Ini lantaran kita sudah semakin dekat dengan momen Pippres yang sedianya akan digelar pada 17 April 2019 mendatang. 

Tapi tenang. Tulisan ini tak hendak membahas helatan Pilpres tersebut. Lain daripada itu, aku hanya ingin berbagi sebuah cerita ihwal "ganti" itu sendiri, dalam kehidupanku, dalam pengertian yang sederhana dan makna yang sebenarnya.

***

Begini, bagiku soal ganti-mengganti ini sebenarnya sederhana saja. Ia hanya membutuhkan alasan praktis dan realistis. Ini sudah kuterapkan sejak dulu. 

Dalam kehidupan sehari-hari, aku hanya akan ganti barang apabila ia sudah bena-benar tidak bisa dipertahankan atau dipergunakan.

Yakni apabila kondisi barang sudah rusak parah, tidak layak pakai, tidak aman, dan tidak praktis pemakaiannya. 

Atau, jika barang tersebut memiliki arti khusus bagi diri, maka penggantiannya tak lain karena rasa sayang dan cinta kepadanya. Agar ia tetap terjaga, eksis, hingga entah kapan waktunya. 

Aku yakin, prinsip semacam ini juga dipakai oleh banyak orang. Karena hal tersebut memang pilihan paling masuk akal dan sehat. Kecuali bagi mereka yang memang memiliki hobi bergonta-ganti perangkat, kolektor, atau mereka yang memang punya duit banyak untuk sering-sering membeli barang-barang baru. 

Pada prinsipnya, bagi orang biasa sepertiku, ganti barang selalu menyangkut urgensi dan kebutuhan.

Seperti tahun ini, di mana ada beberapa rencana kerja dan tanggungjawab besar yang sudah menanti dan harus kuselesaikan sebelum 2018 berakhir. 

Dua di antaranya ialah melakukan penelitian untuk penyusunan tesis, seraya terus menghasilkan konten blog dan memasarkan koleksi lukisan kenalan saya melalui situsweb.

Dua pekerjaan tersebut sangat besar artinya bagiku, karena menyangkut integritas sebagai penerima bantuan pendidikan dari negara dan sebagai seorang blogger.

Dan untuk itu pulalah, aku sangat membutuhkan laptop baru. Mempergunakan laptop lama sebetulnya masih bisa, tapi kalau melihat kondisinya sekarang, aku tahu aku akan banyak mengalami kesulitan. Baiklah, agaknya aku perlu menceritakan sedikit tentangnya.

Si Tangguh yang Setia dan Berjasa


Ia sudah menemaniku selama 6 tahun. Selama bersamaku, ia tak pernah terlalu rewel, ngambek, apalagi marah parah. Ia sangat bersahabat, sebab aku selalu merawatnya dengan baik.

Ia juga terbilang sangat tangguh. Sudah kuajak ia ke mana-mana, untuk acara apa saja mulai dari urusan organisasi, perkuliahan, hingga pekerjaan. Pernah pula ia terjatuh karena tersenggol teman, namun nyatanya ia tidak apa-apa. Tetap sehat. Tetap kuat.

Ia sudah membantuku menghasilkan ratusan karya tulisan. Mulai dari artikel pendek dan opini untuk dikirim ke koran-koran yang alhmdulillah sebagian besarnya dimuat, esai panjang untuk dilombakan dan sebagian di antaranya dapat tampil sebagai pemenang, hingga sebuah karya tulis ilmiah berbentuk skripsi dan diganjar nilai A oleh dosen penguji serta mengantarkanku menjadi seorang sarjana.

Singkatnya, ia telah menjadi saksi sekaligus sahabat setia perjalananku menapaki karir sebagai seorang penulis, blogger, yang kini masih merengkuh ilmu di sebuah kampus di bilangan Bulak Sumur atau yang biasa dikenal sebagai Kampus Biru. 

Sungguh! Jasanya, dedikasinya, dan kesetiaannya tak ternilai oleh hitung-hitungan ekonomis semata. Sangat banyak yang sudah kami hasilkan secara bersama-sama. 

Ia Tampak Lelah

Di dunia ini, segala sesuatu akan selalu dibatasi waktu dan daya. Itu sesuatu hal yang mutlak dan alamiah. Manusia, binatang, tumbuhan, dan barang-barang milik kita tak akan dapat terus-menerus bekerja. Mereka akan sampai pada masa istirahat setelah bekerja sepanjang waktu. 

Begitu juga dengannya. Kini daya tahan dan tenaganya telah menurun. Itu pun, sebetulnya bukan murni kesalahannya, melainkan karena aku saja yang ceroboh. Yakni terus-menerus menjejalinya dengan arus tenaga, padahal peritnya sidah penuh. Aku sering tertidur, sementara ia masih dalam kondisi terjaga dan terisi daya.

Sampai akhirnya, ia memberikan reaksi atas kelalaianku itu. Ruang penyimpanan dayanya jadi cepat melemah dan lalu sering mati mendadak. 

Itu sedikit merepotkanku, dan tidak praktis tentu saja, karena ke mana-mana aku harus memboyong charger dan terminal, untuk berjaga-jaga jika terminal yang akan kupakai penuh oleh charger juga. 

Dialah AsusK43U-ku 2012. Yang sudah menemaniku selama 6 tahun dengan penuh kesetiaan. Dengan penuh cinta. Selama 6 tahun itu pula, mungkin ia telah sangat memorsir tenaganya. Oh, bukan. Lebih tepatnya aku yang terlalu memorsir tenaganya. 

Dan kini, ia sudah tampak tua dan lelah. Setiap kali aku menatapnya ketika ia tidur, seketika muncul rasa kasihanku padanya. Aku iba.

(Aih, maaf! Membicarakannya, membuatku jadi emosional).

Tapi benar juga. Barangkali memang ia sudah harus beristirahat. Atau setidaknya, hanya mengerjakan hal-hal kecil saja, agar eksistensi dan harga dirinya masih tetap terjaga, sampai ia benar-benar istirahat untuk selama-lamanya, dengan penuh kedamaian.

Lantas, jika demikian, bagaimana denganku? 

Sampai sekarang, aku masih seorang penulis, blogger. Aku juga masih ingin eksis. Harga diriku sebagai seorang penulis konten blog akan hilang secara perlahan jika aku berhenti membuat konten blog. 

Atau, aku akan tenggelam lalu hilang tanpa diingat oleh seorang pun, karena aku tak mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena saat ini, ngeblog bukan hanya soal menulis, tapi juga harus menampilkan konten visual yang lebih menarik mata dan mengikat ingatan. 

Tetap Asus, Ganti VivobookTP410

Mengingat adanya tanggungjawab besar dan kondisi AsusK43U-ku yang sudah harus beristirahat, maka tidak bisa tidak, aku harus ganti laptop baru. 

Soal merek, aku tetap ingin punya laptop Asus. Agar AsusK43Uku tidak merasa kukhianati, di samping memang aku tak ingin berkhianat. Malah ia pasti akan sangat senang, jika aku mendapatkan laptop pengganti yang lebih prima, seperti VivobookTP410 misalnya.

Asus Laptopku
Vivobook TP 410 tampak dari depan, sudah terinstall Windows 10. Terlihat sangat powerfull.


Laptop ini pantas kupilih karena sangat sesuai dengan daftar kebutuhanku berikut ini: 

1. Ringan dan bisa diajak ke mana-mana agar aku makin produktif setiap hari

Dalam penelitian tesisku, aku akan mengulik kehidupan para blogger muda di DIY. Dengan demikian, aku akan banyak menemui blogger Jogja sebagai informan. 

Bagi yang paham kehidupan para blogger pasti tahu kalau mereka ini bisa ada di mana-mana. Menghadiri acara ini dan itu. Ngeblog di Co-Working Space A atau di kafe B. Mobile terus dah pokoknya. Dan tentu aku yang harus menyesuaikan dengan mereka, bahkan jika harus menemui dari satu titik ke titik yang lain sekalipun.

Itulah mengapa aku ingin punya VivobookTP410. Berat perangkat ini cuma 1.6kg, yang membuatnya menjadi  salah satu laptop convertible 14 inci yang paling gampang dicengkiwing sambil berlarian ke sana kemari dan tertawa. 

Ha kalau cuma segitu, mau ngelilingin Jogja seharian sambil menggendongnya, mbok ayo! Aku kuat! Aku wani! 

2. Memiliki ruang penyimpanan yang besar

Guna menunjang pengerjaan tesis, jelas sekali aku akan membutuhkan banyak data, baik berupa foto, audio, dokumen, hingga video. Terlebih jika ditambah dengan pekerjaan memasarkan lukisan, aku jelas harus menyimpan foto-foto beresolusi tinggi agar menarik ketika dipasang di web. 

VivobookTP410 memiliki ruang penyimpanan HDD 1TB. Laptop ini juga dipasangi prosesor Intel Core i7 generasi ke 7 dengan memori 16GB dan grafis diskrit NVIDIA GeForce 930MX. 

Dengan spesifikasi itu, rasanya aku bukan cuma akan bisa menyimpan banyak data serta menghasilkan konten blog yang ciamik, tapi juga bisa membikin presentasi yang menarik untuk aku presentasi hasil penelitian.

Biar dosennya terpesona dengan grafis yang kuampilkan, terus autokagum dan ngasih nilai A. Wqwq~


3. Bisa mengisi kekuranganku

Tadi sudah kuceritakan, laptop lamaku rusak baterainya karena sering kutinggal tidur dalam keadaan ter-charger. Itulah salah satu kekuranganku, kalau sudah lelah dan ngantuk berat bisa cepat sekali tidur dan melupakan segalanya.

Laptop VivobookTP410 dilengkapi dengan teknologi ASUS Battery Health Charging. Teknologi ini seakan memang diciptakan untuk orang-orang sepertiku. Dengan teknologi ini, aku jadi bisa mengatur batas pengecasan, misalnya apakah hingga 60%, 80% atau 100%. 

Daya tahan baterai laptop ini yang bisa sampai seharian juga dapat menjadi solusi bagiku yang sering kali melupakan sesuatu apabila sedang buru-buru. Jadi kalau pas charger ketinggalan, aku tak perlu bolak-balik lagi dan berjibaku dengan kemacetan Jogja yang semakin meningkat.

Masih banyak keunggulan laptop VivobookTP410 ini, dibanding laptop lain yang sekelas dan seharga dengannya. Teknologi sensor ultra akurat dan sidik jari Windows Hello sehingga proses log in hanya butuh beberapa detik saja, tampilan yang memanjakan mata, audio yang ramah telinga karena teknologi Asus SonicMaster, serta windows 10 yang sudah terinstal pada laptop ini menjadikan ia satu-satunya calon pengganti terbaik bagi ASUS K43U-ku.

Sebagai penutup, mari kita lihat cara Vivobook TP410 merayuku dalam infografis berikut.



Asus Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com




Sebuah Cerita Tentang Ia dan Calon Penggantinya Sebuah Cerita Tentang Ia dan Calon Penggantinya Reviewed by Darul Azis on September 04, 2018 Rating: 5

Benarkah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil?

September 04, 2018
Usaha tak akan dikhianati hasil
Priamuda.com ~ Belakangan ini saya merasa terganggu dengan kalimat "usaha tidak pernah mengkhianati hasil" seperti yang sering ditulis orang-orang di media sosial. 

Kalimat tersebut, memang mudah sekali kita temukan di media sosial. Anda bisa mencoba mencarinya di kolom pencarian Facebook ini dengan mengetik kalimat
"usaha tidak pernah mengkhianati hasil" dan lihatlah sendiri hasilnya. Tak hanya di Facebook, di Instahram, Twitter, WA, atau bahkan mungkin Path juga demikian.

Bahkan nih ya, media massa pun ada yang mempergunakannya. Pada Minggu (26/08) lalu, Kompas juga menulis judul "Usaha Tak Khianati Hasil" pada sebuah ulasan olahraga Asian Games 2018. 

Berkali-kali saya berusaha mencerna kalimat itu, namun hasilnya nihil. Nalar saya benar-benar tidak nyandhak.  

(Perhatikan dua kalimat yang saya tulis barusan)

Lalu pada suatu malam permasalahan ini saya lempar ke publik kontak WA saya melalui sebuah status, rata-rata jawaban yang mereka berikan tidak tertuju pada "usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil" dan lalu mereka pun ikut bingung. 😂

Ya sudah, saya mencoba melupakannya saja. Toh tidak terlalu penting juga, kan? Lalu saya tidur. 

E la dala, setelah bangun tidur saya keingetan lagi. Jadi mau tidak mau saya tetap harus segera berusaha menuntaskannya, agar pikiran menjadi plong.
______

Baiklah, kita mulai lewat sebuah pertanyaan ya. 

Apakah benar usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil?

Ya, benar. Usaha memang tidak akan pernah mengkhianati hasil. 

Mengapa?

Karena memang tidak bisa. Usaha adalah sebab, sedangkan hasil adalah akibat. Adakah sebab yang berkhianat pada akibat? Jawabannya jelas tidak ada. Sebab tidak mungkin mengkhianati akibat. Sebab itu mutlak, sementara hasil itu relatif. 

Dengan demikian, mengucapkan kalimat "usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil" itu, kalau ditimbang, tidak ada bobotnya. Nyaris seperti ketika mengatakan, "masuk ke dalam", "naik ke atas", dan "turun ke bawah". Nyaris seperti ketika kita mengatakan "ini nasi", sambil menunjuk nasi, dan "ini sambal" sambil menunjuk sambal.

Agar lebih mudah, mari kita ilustrasikan.

Usaha= berdagang
Hasil yang diharapkan = untung

Dalam konteks "usaha tidak akan mengkhianati hasil" apakah kemudian, berdagang (usaha) tidak akan mengkhianati untung (hasil)?Jawabannya jelas tidak. Orang berdagang bisa untung, namun juga bisa rugi. Di sini, hasillah yang bisa dikatakan berkhianat atau tidak, bukan usahanya.

Nah, jika pengucapan kalimat itu dimaksudkan agar orang berusaha maksimal dan lalu meyakini bahwa hasilnya tidak akan meleset jauh dari yang telah diusahakan, maka kalimat yang tepat bukan "usaha tidak akan mengkhianati hasil". 

Begitu juga jika penulisan kalimat itu sekadar untuk menjadi penegas keberhasilan atas usaha yang telah dilakukan.

Kalimat yang tepat adalah "hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha" atau "usaha tidak akan dikhianati hasil", bukan "usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil" (sebagai catatan, dalam kedua kalimat itu faktor-faktor di luar usaha dan hasil memang tidak perhitungkan).

Gimana? 

Kalimat pertama lebih mudah dipahami dan logis bukan? 

Ya walaupun, pada kenyataannya, hasil juga sering "mengkhianati" usaha alias tidak sesuai harapan, haha. Namun setidaknya kan kita sudah berusaha dengan sangat maksimal, yakin dengan hasilnya, dan tentu sudah ber(pri)bahasa dengan baik, tepat, dan berbobot.

#SelasaBahasa

Darul Azis
Benarkah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil? Benarkah Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil? Reviewed by Darul Azis on September 04, 2018 Rating: 5

Burung-burung Berkicau Aa Maman

August 31, 2018
Gambar burung

Priamuda.com ~ Saya punya kenalan seorang laki-laki muda penyuka burung. Aa Maman namanya. Dia adalah pemilik warung burjo di tempat saya ngekos dulu. 

Koleksi burung peliharaannya sangat banyak. Kos-kosan pun menjadi sangat ramai dan meriah karenanya. 

Pagi hari menjadi waktu yang paling menyenangkan karena biasanya burung-burung Aa maman aktif berkicau. 

Suasana itu mengingatkan saya ketika dulu hidup di desa, di mana suara burung dapat dengan mudah samlai ke telinga. 

Saya sudah lama tidak berjumpa dengannya. Tapi alhamdulillah, media sosial tetap menghubungkan kami. 

Di laman Fesbuknya, Aa maman sering memosting burung-burungnya. Tampaknya, burung-burungnya semakin banyak dan berprestasi saja. 

Saya jadi berpikir, jika soal bagaimana cara memelihara burung yang baik dan benar, Aa Maman kiranya patut dijadikan guru penuntun. 
Aa Maman berfoto bersama kolega seperburungannya

Di tangan dingin pengusaha burjoan asal Kuningan itu, burung yang mulanya biasa saja bisa berubah menjadi luar biasa. Kicauannya merdu. Gerakannya trengginas. Sehat. Dan warna bulunya, indah betul. 

Raihan penghargaan burung-burung Aa Maman

Setiap pekan, burungnya juga selalu menggondol predikat juara dalam ajang lomba kicau dan latihan bersama di Jogja. Piala dan sertifikatnya sudah banyak sekali. 
Juara lagi


Tentulah capaian itu membikin ia bangga. Sebagai seorang laki-laki yang sudah memiliki pasangan, anak laki-laki, bisnis yang mapan, dan kendaraan yang layak, Aa Maman telah menjadi laki-laki paripurna dengan adanya burung-burung peliharaan yang menyenangkan itu.
Burung-burung Berkicau Aa Maman Burung-burung Berkicau Aa Maman Reviewed by Darul Azis on August 31, 2018 Rating: 5

Manusia-manusia Impulsif

August 31, 2018

Impulsivitas

Priamuda.com ~ Entah ini disadari oleh banyak orang atau tidak. Yang jelas, media sosial adalah pupuk yang sangat keras bagi impulsivitas penggunanya.

Karena media sosial telah "menuntut" orang untuk terus-menerus bereaksi terhadap segala hal yang dilihatnya.

Pengguna media sosial terus-menerus digiring untuk bereaksi terhadap sesuatu, misalnya kiriman orang lain atau teman. Dengan cepat memberikan like/love, komentar, nge-share, me-retweet, me-reply, adalah bentuk impulsivitas itu. 

Tak hanya itu. Pengguna media sosial juga terus-menerus digiring untuk segera mengungkapkan apa yang dipikirkan, apa yang sedang terjadi, dan memberitahukan di mana ia berada, ke mana ia akan pergi. Itu, perlu diketahui pula, merupakan bentuk impulsivitas.

Apa yang berbahaya dari semua itu?

Banyak. 

Munculnya "bani pentol korek", "kampret", dan "cebong" adalah salah satu dampak dari semakin suburnya impulsivitas pengguna media sosial. Mereka gampang terprovokasi. Gampang memaki. Gampang menghina dan menghujat. Intinya: mereka terlalu gampang untuk bereaksi terhadap sesuatu. 

Impulsivitas nyaris didominasi oleh gerak hati atau emosi. Dengan demikian, akal sehat dan pikiran sangat minim peranannya. 

Impulsivitas di sini tidak hanya mencakup pada reaksi buruk saja, seperti misalnya katakanlah berita bohong atau SARA. 

Lebih dari itu. Impulsivitas juga bisa mencakup pada reaksi atas hal-hal baik seperti kalimat motivasi, kutipan ayat suci, dan komedi. 

Berhati-hatilah dengan penyakit ini. Ia sedang mengintai Anda semua. Atau bahkan malah sudah ada pada diri Anda?

Jika Anda adalah buzzer politik, pengelola media massa, dan seleb medsos, Anda tidak perlu khawatir. Toh memang dari impulsivitas itulah Anda mendapatkan penghasilan. Lanjutkan!

Tapi jika Anda hanyalah orang biasa, mulai sekarang ada baiknya Anda belajar untuk menahan diri. Berpuasa. Jangan mau jadi budak. Hidup sekali kok mau-maunya disetir terus.

Manusia-manusia Impulsif Manusia-manusia Impulsif Reviewed by Darul Azis on August 31, 2018 Rating: 5

Cara Membuat Indomie Rebus Enak ala Aa Burjo

August 27, 2018

Indomie Rebus

Priamuda.com ~ Ya, Indomie rebus memang acap kali terasa lebih nikmat jika yang membikinkankan itu orang lain, Aa burjo misalnya. Tapi itu hanya berlaku sampai kamu membaca tulisan ini. Karena setelahnya, kamu tak akan bergantung pada orang lain lagi hanya untuk merasakan kenikmatan semangkuk Indomie rebus. 


Pertama-tama, tentu kamu harus merebus air terlebih dahulu. Selagi menunggu air hingga mendidih, kamu bisa sambil memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan. 

Jika sudah, siapkanlah irisan bawang merah dan sawi. Irisan bawang merah dan sawi ini kelak akan ikut direbus bersama mi, tapi tdk dicemplungkan secara bersamaan.

Lalu, bukalah bungkus Indomie dengan cara menepukkan di antara kedua telapak tangan. 

Setelah suhu air mencapai angka 80° celcius, mi harus segera dicemplungkan. 

Lalu 73 detik kemudian susulkan irisan bawang merah dan sawi. 

Kalau mau dikasih telur, cemplungkan ia 45 detik sebelum irisan barang merah dan sawi dicemplungkan. 

Namun ingat, pecahlah telur dengan mengantukkannya di bibir wajan atau bibir meja. Bukan dipukul menggunakan sendok atau benda lain.

Nah, sembari menunggu, bedahlah bumbu dan minyak dan taruh tepat di tengah mangkuk putih berlogo ayam jago. Oh iya, pastikan caramu menggunting wadah bumbu dan minyak itu diagonal, bukan horizontal. 

Setelah itu semua selesai, angkat mi, telur, sawi, dan bawah merah tadi dan tiriskan dengan cara menaruhnya di atas wajan. 

Kira-kira 17 detik kemudian, cemplungkan mereka ke dalam mangkuk dan aduk dengan bumbu hingga merata. Sambil mengaduk, perhatikan asap yg mengepul dari dalam mangkuk dengan saksama, tapi singkat saja.

Terakhir, tambahkanlah sedikit bubuk lada atau sambal, kecap, dan saus. Tuangkan saus dan kecap tepat di tengah tumpukan mi dengan membentuk lingkaran. Untuk saus, dituang dengan cara berlawanan arah jarum jam, sedangkan kecap sebaliknya.

Selesai! Indomie rebus pun siap dilahap.


Yogyakarta, 17 Agustus 2018

Darul Azis
Cara Membuat Indomie Rebus Enak ala Aa Burjo Cara Membuat Indomie Rebus Enak ala Aa Burjo Reviewed by Darul Azis on August 27, 2018 Rating: 5

Cara Jitu Agar WhatsApp Tidak Terlihat Online. 100 Persen Berhasil dan Tanpa Aplikasi Lain

August 18, 2018

Cara Jitu Agar WhatsApp Tidak Terlihat Online. 100 Persen Berhasil dan Tanpa Aplikasi Lain

Priamuda.com ~ Kita terkadang ingin urusan dan aktivitas kita menjadi sangat privat. Misalnya, kita tidak ingin terlihat online meski sedang asyik ber-chating ria dengan pasangan, gebetan, atau sahabat kita dan tidak ingin diganggu atau harus membalas chat dari orang lain.

Saat itulah kita butuh cara agar WhatsApp kita tidak terlihat online. Sejauh penelusuran saya, belum ada aplikasi atau fitur yang memungkinkan agar WhatsApp kita tidak terlihat online meskipun kita sedang membukanya. 

Namun, bukan berarti kita tidak bisa menyiasatinya bukan? Nah, inilah trik agar WhatsApp tidak terlihat online meski kita sedang membukanya.

1. Atur privasi WhatsApp Anda agar tidak "terakhir dilihat"nya tidak dapat dilihat. Ini merupakan syarat utama agar siasat kita berhasil.

2. Matikan data saat hendak menulis pesan. Saat data dimatikan, maka WhatsApp kita tidak akan terlihat online. Sementara kita masih tetap bisa menulis. obrolan di WA.

3. Setelah pesan dikirim, tutup WhatsApp Anda. Hidupkan kembali data Anda, maka otomatis pesan yang tadinya tunda akan langsung terkirim. Sambil menunggu balasan, kita dapat melakukan aktivitas lain.

4. Setelah mendapatkan balasan, kita biasanya akan bisa membaca di pop-up (bagian atas HP). Setelah kira-kira balasan dari teman chatting selesai, baru deh kita buka. Namun sebelum membukanya, pastikan terlebih dahulu data kita matikan. Agar tidak terlihat online lagi. 

Meski agak ribet, namun cara ini sangat efektif untuk membuat WhatsApp tidak terlihat online
Cara Jitu Agar WhatsApp Tidak Terlihat Online. 100 Persen Berhasil dan Tanpa Aplikasi Lain Cara Jitu Agar WhatsApp Tidak Terlihat Online. 100 Persen Berhasil dan Tanpa Aplikasi Lain Reviewed by Darul Azis on August 18, 2018 Rating: 5

Mengapa Pertanyaan-pertanyaan yang Muncul Saat Lebaran Menjadi Momok?

June 19, 2018
Kapan nikah?

Priamuda.com ~ Kemarin, saya melakukan wawancara mendalam-empat-mata kepada seorang yang, untuk "ukuran" di Indonesia, bisa dibilang sudah telat menikah. Usianya kini sudah 35 tahun. Dia seorang laki-laki.

Seperti lazimnya orang-orang sekarang, lebaran merupakan momen yang menyiksa baginya. 

Pertanyaan-pertanyaan seputar pernikahan menjadi momok yang menghantuinya ketika bertemu tetangga. Ya meskipun ia pun sadar, pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya hanyalah sebentuk basa-basi semata. 

Awalnya saya juga mengira sensitivitas orang-orang zaman sekarang terhadap pertanyaan kapan nikah disebabkan karena terlalu (gampang) baper. Karena selama ini saya menganggap, itu pertanyaan yang normal, takserius, dan ya cuma sebagai pelengkap obrolan saja. 

Namun setelah melakukan wawancara dengannya, saya jadi berpikiran lain. 

Mereka yang terganggu dengan pertanyaan seputar pernikahan bukan berarti terlalu (gampang) baper, melainkan ada kesadaran lain yang muncul dari dalam diri mereka. Mungkin ini merupakan hasil dari kemajuan zaman atau kemajuan berpikir manusia.

Jadi begini. 

Pertanyaan kapan nikah itu sebenarnya tidak akan menjadi buruk apabila disampaikan secara pribadi. Tidak disampaikan secara terbuka, di tempat ramai orang pula. 

Kalau pertanyaan disampaikan secara pribadi, maka yang mungkin kemudian muncul ialah solusi-solusi, rekomendasi, atau curhat dari hati ke hati. 

Namun jika pertanyaan tersebut disampaikan di tempat ramai, saat kumpul-kumpul tetangga/keluarga misalnya, maka pertanyaan itu akan menjadi kalimat yang menyayat dan mempermalukan. 

Terlebih apabila kemudian orang-orang di tempat tersebut reaktif dan lalu melakukan perundungan (bullying) secara verbal. 

Hal ini tidak hanya berlaku pada soal pernikahan semata. Soal beranak, perkembangan fisik, dan soal permasalahan pribadi/keluarga juga berlaku hal serupa, di mana pertanyaan-pertanyaan seputar hal tersebut juga sering terlontar secara terbuka yang berujung perundungan verbal dan gosip. 

Dari situ saya kemudian mendapatkan kesimpulan sementara yakni: kuasa atau keputusan untuk menikah, memiliki anak, dan perkembangan fisik pada masa sekarang ini sudah tidak lagi dianggap sebagai urusan publik. Tidak seperti dulu lagi.

Sekarang, ia sudah dianggap sebagai urusan privat yang tidak seorang pun boleh mengusiknya. Itulah mengapa pertanyaan soal "Udah nikah belum?", "Kapan nikah?", "Kapan nyusul?", "Udah punya anak belum?", "Gandengannya mana?" menjadi sangat mengganggu. 

Kondisi tersebut memang membuat interaksi semakin "tidak asyik". Tapi saya kira, sebagai bangsa yang komunikatif kita masih punya banyak sekali stok kata, kalimat, topik, dan obrolan yang lebih netral dan aman untuk digunakan dalam obrolan di tempat ramai.

Mari kita pikirkan!

Lampung, 19 Juni 2018
Mengapa Pertanyaan-pertanyaan yang Muncul Saat Lebaran Menjadi Momok? Mengapa Pertanyaan-pertanyaan yang Muncul Saat Lebaran Menjadi Momok? Reviewed by Darul Azis on June 19, 2018 Rating: 5

Bagaimana Agar Dapat Menghasilkan Konten Blog yang Berkelas?

June 10, 2018

Priamuda.com ~ Tren penyajian informasi digital terus bergerak menuju ke arah informasi berbasis visual. Informasi yang tersebar di internet kini tidak lagi hanya berupa teks polosan, melainkan juga disertai gambar-gambar ilustrasi dan infografik. 

Beberapa perusahaan media massa dalam jaringan pun, terlihat sudah mulai bergerak ke arah tersebut. Kita bisa ambil contoh Kompas.com dengan VIK-nya atau Tirto.id yang selalu menyisipkan infografis dan ilustrasi dalam setiap artikelnya. 

Begitu juga dengan Kumparan.com, yang memang sejak awal terlihat berusaha mendefinisikan ulang media massa dalam jaringan dengan format yang lebih menarik, di mana salah satu luarannya adalah cara penyajian berita yang sangat visualistik. 

Tak ketinggalan pula Beritagar.id, mereka melakukan hal serupa lengkap dengan ciri khasnya. Katadata.co.id bahkan lebih menarik lagi, perusahaan media massa ini menyajikan berbagai macam data dalam berbagai format, ada Pdf, Png, Xls, dan lain sejenisnya.

Dari sisi pemerintah, ada Indonesiabaik.id, platfrom penyebar informasi-informasi baik garapan pemerintah melalui infografis-infografis yang imenyegarkan mata. Selain menampilkan infografis, mereka juga menampilkan video-video singkat namun tetap informatif.

Akun media sosial hampir semua kementerian/lembaga di Indonesia saat ini juga sudah terlihat adaptif terhadap perubahan zaman. Mereka secara aktif membagikan foto ilustrasi dan infografis. Bahkan BPJS terlihat semakin sering membagikan komik-komik lucu nan menggelitik di akun medsosnya. 

Cause visual speak louder than words. Pemahaman atas teori itulah yang mungkin melatarbelakangi fenomena di atas. Gagasan ini pertama kali dicetuskan Laura Ries dalam bukunya yang berjudul Visual Hammer. Menurut Ries, cara terbaik untuk menanamkan kata-kata dalam pikiran manusia adalah bukan dengan kata-kata itu sendiri, melainkan dengan penggambaran. Kata-kata saja tidak cukup. Slogan saja kurang lengkap.

Menurutnya, kata-kata itu ibarat paku dan palunya adalah gambar. Jadi, keduanya harus saling melengkapi. Gambar dapat menjadi perumpamaan sederhana dari kata-kata. Namun ia lebih kuat, mudah dimengerti, dan gampang diingat. Selain itu, gambar memiliki kekuatan emosional daripada kata-kata.

Maka dari itu pula, kemampuan memvisualisasikan sesuatu, dalam hal ini menjadi sangat penting yang meliputi: selera estetik, desain grafis, komunikasi visual, pengkodean, dan daya cipta. Bukan hanya itu, aspek-aspek lain seperti dukungan perangkat yang baik juga menjadi hal yang tak kalah penting dalam menghasilkan informasi-informasi yang menarik dan visualistik. 

Hal ini, seharusnya juga sudah menjadi pengetahuan umum bagi para blogger sebagai penyampai informasi alternatif di luar perusahaan media massa. Sebagai salah satu pembuat konten di internet, mau tak mau blogger juga harus beradaptasi dengan hal ini. Tampilan blog dan cara penyajian konten yang menarik dan ramah mata, sudah menjadi kebutuhan netizen.

Jika blogger tidak mampu beradaptasi dengan hal ini, maka selamanya ia hanya akan menjadi biasa-biasa saja. Tidak diperhitungkan dalam dunia perbloggeran. Lalu secara perlahan akan mati dan hilang dari dunia perblogeran.

Saya sendiri adalah salah satu contoh blogger yang sampai saat ini belum cukup cakap beradaptasi dengan perubahan tersebut. Saya yang dulu sering memenangkan lomba menulis, semakin ke sini semakin tersisih dari daftar pemenang karena kalah dengan peserta lain yang kontennya lebih menarik secara visual.

Dari situ saya kemudian sadar, juri lomba blog pun memiliki kecenderungan untuk lebih menyukai karya yang visualistik. Meskipun di saat yang sama saya juga menemukan satu kelemahan dari kecenderungan tersebut, terlebih jika dikaitkan dengan kecenderungan netizen Indonesia dalam mengakses informasi. 

Pengguna internet Indonesia tidak suka dengan web/blog lemot, sementara web/blog yang dipenuhi gambar cenderung akan lemot. Terlebih jika web/blog tersebut diakses dari wilayah minim sinyal. Belum juga selesai memuat separuh halaman, pasti pengunjung akan berbalik arah dan mencari web/blog lain yang lebih cepat. 

Dengan demikian, saya menilai, informasi yang visualistik, sebenarnya cocok ditaruh melalui media sosial. Selain karena memang fungsi media sosial sangat cocok dengan gambar, peluang daya sebarnya pun lebih luas, apalagi jika dikaitkan dengan jumlah pengguna media sosial Indonesia yang sangat besar dan intensitas penggunaan medsos yang tinggi.

Namun terlepas dari semua itu, kemampuan membuat konten blog secara menarik tetap harus dimiliki oleh setiap blogger, termasuk saya tentu saja. Saat ini, sembari terus berusaha mengejar ketertinggalan dalam hal desain grafis, saya berusaha tetap menjaga beberapa prinsip agar konten blog saya dapat terus naik kelas. 

***

Seperti halnya menahan rindu, menghasilkan konten yang berkelas itu sebenarnya juga berat. Tak semua orang akan kuat. Betapa tidak, dibutuhkan proses yang sangat panjang, usaha ekstra, alokasi tenaga, waktu, dan biaya yang juga tidak sedikit. Sekali lagi, ini jika konten yang dibuat adalah yang benar-benar berkelas. Kalau cuma konten yang ecek-ecek dan menye-menye mah gampang. Apalagi kalau sekadar konten yang salin-tempel atau konten hasil parafrase dari postingan blog orang lain. Gampang banget!


Bagi saya, menciptakan konten digital yang berkelas itu nyaris sama seperti orang menggarap skripsi atau tesis. Persepsi ini mungkin dipengaruhi oleh posisi saya sebagai seorang akademisi. Sebagai patokan awal, konten tersebut harus mampu menjawab dua pertanyaan mendasar, yakni: mengapa konten tersebut penting untuk ditulis dan dibaca orang? Seberapa unik konten yang kita garap dibanding dengan konten-konten lain dan apa pembedanya?

Selain itu, konten yang berkelas ialah yang berangkat dari sebuah persoalan. Ini tak lain agar konten yang kita buat bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Secara lebih teknis, inilah langkah-langkah sederhana agar dapat menghasilkan konten blog yang berkelas:

  • Meriset Data Sebanyak-banyaknya
Lakukan pencarian data sebanyak-banyaknya baik melalui penelusuran di internet maupun pustaka. Langkah ini sangat berguna untuk memahami duduk persoalan yang akan ditulis secara lebih mendalam, objektif, dan detail.
  • Mengolah dan Menganalisis Data
Setelah data terkumpul lengkap, maka langkah selanjutnya ialah pengolahan data dengan menggunakan analisis tertentu. Tidak harus muluk-muluk, karena analisis di sini bisa juga dengan teori-teori nan sederhana.
  • Menyajikan Informasi Sebaik Mungkin
Sebaik apa pun informasi yang kita miliki, namun jika penyajiannya buruk maka ia tidak akan tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Maka dari itu, informasi haruslah disajikan dengan cara yang tepat. Informasi bisa disajikan melalui dua cara, yakni komprehensif (luas, lengkap, detail, dan panjang) dan ringkas dalam bentuk infografik. 
Di antara kedua cara ini, terus terang saja, yang terakhir belum bisa saya lakukan. Selain karena payah dalam hal desain grafis, perangkat yang saya gunakan pun sampai saat ini masih sangat terbatas. Laptop Asus K43U yang saya miliki sejak 6 tahun lalu sudah ngoyo banget kalau dipakai untuk desain grafis, sehingga secara praktis saya memang sudah harus berganti perangkat (iya, ini memang curcol..haha).
Untuk sementara ini, kata-katalah yang bekerja dan hadir menemui pembaca, semampunya. 
Soft Skill + Perangkat Mumpuni = Konten yang Berkelas

Saya memercayai rumusan ini, tapi 75 persen saja karena 25 persen sisanya ada pada variabel lain. Blogger yang memiliki kemampuan menulis, desain grafis, editing, dan fotografi yang tinggi serta didukung oleh perangkat mumpuni, maka kemungkinan besar akan dapat menghasilkan konten yang berkelas.

Ngomog-ngomong soal perangkat yang mumpuni nih, ASUS Vivobook A407 bisa menjadi pilihan agar kita dapat menghasilkan konten yang berkelas.



Mengapa harus ASUS Vivobook A407?

Berikut penjelasannya:

Dapat Membuat Kita Jadi Lebih Produktif

Laptop ini telah ditanami prosesor Intel® Core™ i3, sehingga dapat diandalkan dalam mendukung kinerja dan kelancaran pekerjaan kita, misalnya untuk membuat infografik. Dengan begitu ini akan mendukung produktivitas kita sebagai pekerja kreatif.

Di samping itu, kapasitas penyimpanan laptop ini sangat besar. RAM ASUS Vivobook A407 ini dapat di-upgrade hingga 8 GB loh, sehingga kita tidak perlu khawatir jika harus menyimpan banyak file hasil kerjaan kita.

Sesuai Dengan Kebutuhan Generasi Milenial

Bagi kita generasi milenial yang punya mobilitas tinggi, laptop ini tidak akan membikin kita susah apalagi memberatkan untuk dibawa, karena beratnya cuma 1,5 kg. Jadi, kita bisa bekerja, belajar, dan bermain di mana saja. Kapan pun.

Bagi sebagian orang, membawa laptop memang sering kali menjadi ameng-amengen. Saya sendiri sering merasakannya. Laptop saya beratnya 2,5 kg, belum lagi jika harus membawa buku dan air minum, sehingga beban yang harus saya bawa bisa 5 kg lebih. Cukup sering membuat punggung terasa pegal. Parahnya, ini pernah sampai membuat struktur tulang punggung saya rusak.


Memiliki laptop ini juga bakalan menjamin diri kita untuk tidak bosan karena kurang hiburan. Teknologi GeForce® MX110 graphics besutan NVIDIA® membuat laptop ini sangat cocok untuk digunakan buat main game.

Antilemot, Antimaling, dan Antiribet

Jika ada yang mencari laptop yang berani menjamin kenyamanan penggunanya, maka ASUS Vivobook A407 ini sangat cocok. Pasalnya, laptop ini telah dilengkapi dengan sensor sidik jari untuk login cepat dan mudah menggunakan Windows Hello.

Sekarang ini kita hidup di era serba cepat dan bekerja sebagai blogger sering kali harus berpacu dengan waktu. Waktu dan mood menjadi sangat berharga. Maka jangan sesuatu hal yang berharga itu menjadi rusak hanya gara-gara laptop yang lemot dan ribet ketika mau login.



Selain itu, teknologi ini juga membuat laptop kita jadi lebih aman dari maling loh. Baik maling data maupun maling laptop. :D

Perlu Didukung Oleh Kultur Kreativitas yang Kondusif dan Teman-Teman yang Juga Kreatif, Serta Kemauan Untuk Terus Belajar. 

Semua yang kita bicarakan di depan tadi, baru menyumbang angka kira-kira 75 persen terhadap kualitas konten yang kita hasilkan. Masih ada daya dukung lain yang sebaiknya juga tidak kalah penting, yakni kultur dan ekosistem yang baik.

Karena biar bagaimana pun, kreativitas perlu terus dirangsang. Ia hanya bisa terus tumbuh jika kita selalu bersinggungan dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan serupa. Ia hanya bisa terus tumbuh jika kita selalu berusaha untuk terus memperbarui ilmu. Maka dari itu, agar dapat menghasilkan kontenn blog yang berkualitas, maka kita pun harus sering-sering kopdar, ngumpul bareng, atau bahkan kerja bareng. Dijamin deh, konten blog lama-lama bakalan naik kelas.

***

Eh tapi, ngomong-ngomong konten ini kok B aja ya? Minim visualisasinya juga!

Ya, memang. Pengin tahu kenapa? 

(-_-)

Karena saya belum punya Asus Vivobook A407. Nanti kalau udah punya ASUS Vivobook A407 deh, bakalan bikin konten yang lebih berkelas dari ini. Janji!


Bagaimana Agar Dapat Menghasilkan Konten Blog yang Berkelas? Bagaimana Agar Dapat Menghasilkan Konten Blog yang Berkelas? Reviewed by Darul Azis on June 10, 2018 Rating: 5

Perempuan-perempuan yang Tereksklusi

May 25, 2018


Priamuda.com ~ Tanpa sengaja saya menemukan sebuah tesis yang membahas tentang perempuan-perempuan Salafi di Yogyakarta, berjudul "Perempuan-perempuan Tereksklusi". Ditulis oleh Emy Ruby Astuti dari Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya UGM pada 2010 lalu.

Bab pertama tesis ini dibuka dengan judul "Perempuan-perempuan di balik Cadar". Lalu dilanjutkan dengan sebuah cerita. Saya kutipkan sedikit ya.

"Pagi itu sekitar pukul 08.30 WIB, lantai atas masjid kampus UGM dipenuhi oleh sekitar puluhan perempuan-perempuan berpakaian serba longgar dan berwarna gelap yang duduk bergerombol".  

Membaca itu, saya nyaris misuh, tapi untung saya langsung ingat bahwa saya sedang berada di ruang publik. Ya sudah, misuhnya dalam hati saja. 

"Bedebah! Tesis macam apa ini? Asyik sekali!"

Saya seperti diajak ngobrol saja. Saya diajak mengimajinasikan pertemuan demi pertemuan peneliti dengan perempuan-perempuan Salafi itu. Mulai dari di gang, di kosan, hingga ketika mereka sama-sama tinggal di wisma. Saya jadi tahu aktivitas keseharian ibadah mereka. Juga koleksi barang-barang elektronik, gamis, dan buku-buku milik mereka.

Bab dua diberi judul "Jejak Kaki Nabi di Kampung Pogung", lalu dilanjutkan dengan subjudul "Perempuan-perempuan Bercadar di Kampung Giri". Ada pula subjudul lain yang berbunyi "Kelompok yang (merasa) terselamatkan". Membaca judulnya saja, orang akan langsung tahu kalau ini adalah tesis yang menarik. 

Ada banyak hal yang saya dapatkan dari tesis ini. Perempuan-perempuan Salafi dalam tesis ini rata-rata berkuliah di UGM. 

Awalnya ya perempuan biasa, bukan anak pesantren ataupun sekolah MTs dan MA. Itulah mengapa pula mereka memilih UGM, ketimbang UIN, UMY, atau UII. Mereka mengenal Manhaj Salaf setelah mengikuti kajian di Maskam UGM. 

Menariknya, mereka kemudian kehilangan motivasi untuk berkuliah. Mereka lebih tertarik mendalami ilmu agama. Jikapun mereka tetap berkuliah, itu semata-mata hanya sebagai pertanggungjawaban terhadap orang tua. Karena sudah telanjur kuliah.

Ketika ditanya oleh peneliti tentang rencana setelah selesai kuliah, mereka dengan mantap akan menjawab: menikah. Mereka tidak tertarik untuk bekerja di sektor publik, karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran yang mereka yakini. 

Mereka tinggal secara eksklusif di sebuah wisma-wisma. Saking eksklusifnya, para tetangga tidak ada yang mengenali mereka. Termasuk ketua RT. Dalam kehidupan sosial, mereka cenderung cuek dan membatasi diri. 

Tapi karena keberadaan mereka pulalah, kemudian juga membuat masjid jadi semakin ramai oleh aktivitas kajian ilmu. Dari yang sebelumnya suwung dan hanya ramai ketika salat ied. Soal ini, masyarakat di tempat mereka tinggal sering merasa bersyukur.

Kesimpulan dari tesis ini ialah: proses eksklusi sosial perempuan Salafi di Yogyakarta dibangun oleh proses pemahaman keagamaan. Yang kemudian membentuk perilaku mereka sehari-hari dalam hal memilih model pakaian, cadar, obat-obatan, kosmetik, dan komunitas. Semua itu, merupakan simbol dan ciri khas yang membedakan kelompok mereka dengan kelompok lain. 

Perilaku kesalehan mereka juga membatasi interaksi sosial dengan kelompok lain yang mengakibatkan mereka menjadi tereksklusi dan mengeksklusi diri secara sosial dari masyarakat lain. 

Terdapat satu kalimat dalam tesis ini, yang bagi saya sangat menarik. Si peneliti menulis bahwasanya gerakan Salafi merupakan antitesis dari hegemoni Barat melalui globalisasi dan demokrasi. 

Tribalisme agama vs anarkisme pasar. Demikianlah kedua hal itu bisa diibaratkan. Tentu saja pengibaratan itu bukan murni dari saya, melainkan saya pinjam dari orang lain yakni B Herry Priyono, seorang pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Keduanya tidak bisa dibiarkan, karena sama-sama berbahayanya. 

Fenomena serupa sebenarnya juga sedang terjadi di kalangan masyarakat umum. Jika perempuan-perempuan Salafi menjadi eksklusif karena doktrin agama, perempuan-perempuan umum menjadi eksklusif karena banalitas (atau anarkisme?) pasar. 

Semakin maraknya kos-kosan eksklusif di D.I.Y bisa kita ambil sebagai contoh. Secara sosial, mereka juga tereksklusi dan mengeksklusikan diri. Mereka juga cuek dengan tetangga. Tidak kenal/dikenal oleh pemerintah setempat. 

Berkebalikan dengan perempuan-perempuan Salafi, proses eksklusi sosial perempuan modern-kaya-maju-progresif di Yogyakarta dibangun oleh proses pemahaman tentang individualitas, kebebasan, dan kemampuan finansial yang tinggi. Yang kemudian membentuk perilaku mereka sehari-hari dalam hal memilih tempat tinggal, model pakaian, gaya hidup, kosmetik, dan komunitas. 

Semua itu, merupakan simbol dan ciri khas yang membedakan kelompok mereka dengan kelompok lain.

Demikian.

Yogya, 25 Mei 2018
Perempuan-perempuan yang Tereksklusi Perempuan-perempuan yang Tereksklusi Reviewed by Darul Azis on May 25, 2018 Rating: 5

5 Kuliner yang Wajib Kamu Coba Setelah Booking Hotel di Jakarta

May 23, 2018
Siapa sih yang nggak tertarik mengunjungi Jakarta alias ibukota Indonesia? Kota yang sering menjadi primadona para traveller ini memang punya banyak tempat menarik loh buat dikunjungi, mulai dari wisata budaya, wisata sejarah hingga wisata kuliner.

Salah satu wisata kuliner khas Jakarta yang dicari setiap ada Pekan Raya Jakarta adalah kerak telor nih. Dijamin deh, kalau kamu suka wisata kuliner pasti kamu nggak bakalan nyesel nih untuk booking hotel di Jakarta supaya pengalaman kuliner kamu nggak mengecewakan.

Apalagi kalau kamu merupakan tipe orang yang suka mencoba berbagai macam makanan yang ada di ibukota, menginap di Oak Tree Urban Jakarta di reservasi.com merupakan pilihan tepat untuk kamu nih karena letaknya yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Yuk simak rekomendasi tempat kuliner berikut ini dijamin kamu bakalan nggak sabar deh untuk trip kuliner kamu yang selanjutnya ke Jakarta.


Bandar Djakarta


Cumi Bakar Saos Jali [Foto Bandar Djakarta]



Siapa di sini yang merupakan penggemar seafood? Kalau kamu sengaja booking hotel di Jakarta hanya untuk hunting seafood yang paling enak maka kamu wajib banget nih cobain makan di Bandar Djakarta.Tempat makan ini berada di tepi laut Jakarta tepatnya di Ancol jadi bisa dipastikan nih kalau seafood yang kamu makan merupakan seafood yang fresh 100%.


Selain seafood yang fresh, Bandar Djakarta juga menawarkan pemandangan yang indah loh di malam hari. Kamu bisa menyantap seafood sambil menikmati semilir angin di tepi laut Jakarta.

Restoran yang sudah berdiri sejak tahun 2001 ini merupakan salah satu restoran seafood tertua di Jakarta loh jadinya kualitas makanan di sini nggak perlu diragukan lagi deh! Kalau Ancol kejauhan dari hotel tempat kamu menginap, kamu bisa kok mencoba Bandar Djakarta yang berada di cabang Alam Sutera, Tangerang.


Roti Bakar Eddy


Roti Bakar Eddy [Sumber tertera]


Kamu wajib banget nih mengunjungi tempat ini ketika kamu sudah booking kamar di Oak Tree Urban Jakarta di reservasi.com. Meskipun tempat ini bernama roti bakar namun mereka nggak hanya menjual roti bakar aja loh tapi juga mnejual makanan berat lainnya seperti mie goreng dan mie kuah.

Roti bakar ini sendiri berada di Jl. Raden Patah yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau kamu bingung memilih menu ketika disini kamu bisa kok mencba menu andalan mereka yaitu roti bakar 2TG dengan comet, telur, dan daging sapi serta roti bakar keju. Otak-otak mereka juga enak loh kalau kamu ingin cemilan yang asin.


Gado-gado Bon Bin

Gado-gado Bon Bin [Foto: Tribun]

Meskipun sudah banyak restoran gado-gado yang tersedia di Jakarta namun kalau kamu ingin mencari tempat yang menjual gado-gado tertua di Jakarta ini merupakan tempat yang tepat nih. 

Kalau kamu bukan merupakan penggemar berat gado-gado tapi kamu ingin datang ke sini setelah booking hotel di Jakarta juga nggak apa-apa kok karena tempat ini juga menyediakan banyak menu mulai dari asinan, lontong cap go meh, ayam goreng hingga nasi rames.

Untuk dessertnya sendiri mereka juga menyajikan dessert khas Indonesia loh seperti es cendol dan es kelapa muda. Restoran ini letaknya di Jl. Cikini IV yang berada di Menteng, Jakarta Pusat.


Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih


Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih [Foto: Tribun]


Jangan ngaku sudah booking hotel di Jakarta kalau kamu belum cobain kuliner yang satu ini ya. Nasi goreng yang satu ini berbeda loh dengan nasi goreng kebanyakan yang kamu temui. 

Keistimewaan nasi goreng ini terletak pada bumbunya yang bercampur dengan nuansa arab sehingga membuat aroma dari nasi goreng kambing ini sangat menggugah selera kamu yang sedang kelaparan loh.

Kamu juga bisa memesan sate kambing sebagai santapan sambilan ketika makan nasi goreng nih. Tempat makan ini berada di Jl. Kebun sirih yang berada di Jakarta Pusat.


Kwetiaw Akang


Kwetiaw Akang (Sumber: Kwetiaw Akang MK-PI)


Kamu merupakan penggemar chinese food? Kalau jawabannya iya maka kamu wajib banget nih buat ke sini ketika berkunjung ke Jakarta. Restoran yang sudah berada belasan tahun ini di daerah Muara Karang Raya, Jakarta Utara pasti bakal memenuhi ngidam kamu akan chinese food nih. Sesuai dengan namanya salah satu menu andalan di sini adalah kwetiaw yang dicampuri dengan daging sapi dan sayur-sayuran.

Restoran ini juga menyediakan makanan chinese food lain seperti bihun, lapchoi hingga nasi siram. Dijamin deh kamu bakalan kalap kalau makan di daerah sini karena daerah ini merupakan gudangnya makanan di daerah Jakarta Utara.

Tapi pastikan makanan kamu yang kamu pesan itu halal ya kalau kamu nggak boleh mengonsumsi makanan halal karena kebanyakan restoran di sini menjual makanan yang nggak halal. Restoran ini biasanya baru buka ketika sudah jam 5 sore ke atas karena di jam-jam segitu biasanya baru banyak customer yang membeli makanan.

5 Kuliner yang Wajib Kamu Coba Setelah Booking Hotel di Jakarta 5 Kuliner yang Wajib Kamu Coba Setelah Booking Hotel di Jakarta Reviewed by Darul Azis on May 23, 2018 Rating: 5
Powered by Blogger.